Sejarah Mimbar Masjid: Berdasarkan Zaman Nabi Saw Hingga Nusantara Republika Online

Warga membersihkan mimbar khutbah Mesjid Kenari di Kawasan Kesultanan Banten pada Kampung Kenari, Kasemen, Serang, Banten, Selasa (20/4/2021). Mesjid yang dibangun Sultan Banten Abdul Mufakhir tahun 1612 M itu hingga sekarang masih kokoh dan dimanfaatkan rakyat sekitar untuk beribadah. Sejarah Mimbar: Dari Zaman Nabi SAW Hingga Nusantara

Mimbar adalah sebuah loka tempat khatib mengungkapkan ceramah pada masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Azhar Rasyid, Penilik sejarah Islam

Masjid dikenal menjadi salahsatu pusat peradaban Islam. Di sinilah umat Islam menjalankan shalat lima waktu dan mendapat pelajaran agama. Dari masjid jua hadir berbagai institusi lainnya, seperti madrasah, pesantren, bahkan universitas.

Dari masa ke masa, arsitektur masjid selalu berubah, mulai menurut yg sangat sederhana di zaman Nabi Muhammad saw (Masjid Quba, masjid pertama yang didirikan, dindingnya terbuat dari pohon kurma ad interim atapnya ditutupi sang daun kurma) sampai ke banyak sekali masjid baru di global Islam dewasa ini yg dibangun menggunakan bahan yang lebih bertenaga dan fasilitas yang jauh lebih lengkap. Menara, kubah, mihrab dan kaligrafi pada dinding masjid adalah beberapa elemen yang paling banyak diingat orang tatkala melihat masjid.

Ada satu elemen krusial lain, yang tampak sederhana tetapi memiliki fungsi krusial, yakni mimbar. Kata ‘mimbar’ dari berdasarkan bahasa Arab minbar, dan lalu diserap ke pada bahasa lain, seperti minber pada bahasa Turki, & mimbar pada bahasa Indonesia.

Mimbar adalah sebuah loka atau ruang miniyang disediakan di dekat mihrab, & digunakan menjadi tempat khatib membicarakan ceramah. Berbeda dengan shalat yg menunjuk ke kiblat, mimbar menunjuk ke jamaah, atau antagonis dengan arah kiblat.

Di balikmimbar masih ada sebuah kursi loka duduk khatib. Di masjid-masjid pada antero dunia Islam, mimbar hadir dalam corak yg beragam, mulai dari yang sangat biasa (panggung yang ditinggikan beberapa anak tangga) hingga ke yg sangat artistik (misalnya dibentuk menyerupai sebuah tempat tinggalmini, dengan tiang penyangga & atap yg diberi dekorasi latif).

Penggunaan mimbar menjadi galat satu wahana yg membantu penyampaian ceramah sudah dimulai semenjak masa Nabi Muhammad saw. Menurut para sejarawan, mimbar pertama sudah hadir lebih kurang tahun 628-31 M.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *